Executive Summary
Ekonomi Indonesia menunjukkan resiliensi yang signifikan selama periode 2023-2025, dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) rata-rata terjaga di level 5,0% hingga 5,1%. Kinerja ini didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat dan akselerasi investasi fisik melalui Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).
1. Tren PDB dan Komponen Pengeluaran
Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tiga tahun terakhir didominasi oleh permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga berkontribusi lebih dari 50% terhadap PDB, sementara PMTB menunjukkan tren peningkatan signifikan akibat investasi asing langsung (FDI) pada sektor hilirisasi.
Gambar 1.1: Tren Pertumbuhan PDB Tahunan (y-on-y). Sumber: BPS & Bank Indonesia.
| Komponen Pengeluaran | 2023 (%) | 2024 (%) | 2025 (Est) |
|---|---|---|---|
| Konsumsi Rumah Tangga | 4,82 | 4,91 | 4,95 |
| PMTB (Investasi) | 4,40 | 4,55 | 5,10 |
| Ekspor Barang & Jasa | 1,32 | 1,50 | 2,10 |
| Konsumsi Pemerintah | 2,95 | 4,20 | 3,80 |
| Total Pertumbuhan PDB | 5,05 | 5,08 | 5,12 |
2. Analisis Sektoral & Dampak Hilirisasi
Industri Logam Dasar
Mengalami pertumbuhan double-digit akibat operasional smelter baru di wilayah Indonesia Timur.
Ekonomi Digital
Sektor Informasi dan Komunikasi tumbuh rata-rata 7,5% per tahun didorong e-commerce.
Sektor Pertanian
Bertahan di tengah tantangan iklim (El Nino) melalui dukungan subsidi pupuk strategis.
Pangsa Kontribusi Sektoral 2025
3. Kondisi Moneter & Kebijakan Fiskal
Bank Indonesia mempertahankan kebijakan pro-stabilitas dengan menyesuaikan BI Rate secara hati-hati. Di sisi fiskal, kedisiplinan APBN dijaga dengan defisit terkendali di bawah 3% PDB.
4. Analisis Komparatif Regional ASEAN
*Indonesia menunjukkan keseimbangan yang lebih baik antara pertumbuhan dan manajemen utang dibandingkan Thailand dan Malaysia.
5. Outlook Ekonomi 2026 & Kesimpulan
Tantangan Utama
- Ketidakpastian Geopolitik: Ketegangan dagang AS-Tiongkok dan konflik Timur Tengah.
- Transisi Energi: Kebutuhan investasi besar untuk dekarbonisasi industri.
Peluang Strategis
- Ibu Kota Nusantara (IKN): Stimulus pertumbuhan infrastruktur di Indonesia Timur.
- Bonus Demografi: Digitalisasi yang menambah estimasi 1% pertumbuhan PDB.
Proyeksi Pertumbuhan 2026
Tergantung pada keberlanjutan reformasi struktural, efisiensi birokrasi, dan stabilitas politik nasional.