Laporan Analisis Komprehensif

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
(2023-2026)

Menavigasi resiliensi ekonomi melalui hilirisasi industri, transformasi digital, dan stabilitas fiskal di tengah dinamika geopolitik global.

Executive Summary

Ekonomi Indonesia menunjukkan resiliensi yang signifikan selama periode 2023-2025, dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) rata-rata terjaga di level 5,0% hingga 5,1%. Kinerja ini didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat dan akselerasi investasi fisik melalui Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

PDB 2025 (EST)
5,12%
Tren Meningkat
Target Inflasi
2,5±1%
Terkendali
Rasio Utang/PDB
~39%
Manajemen Konservatif

1. Tren PDB dan Komponen Pengeluaran

Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tiga tahun terakhir didominasi oleh permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga berkontribusi lebih dari 50% terhadap PDB, sementara PMTB menunjukkan tren peningkatan signifikan akibat investasi asing langsung (FDI) pada sektor hilirisasi.

Gambar 1.1: Tren Pertumbuhan PDB Tahunan (y-on-y). Sumber: BPS & Bank Indonesia.

Komponen Pengeluaran 2023 (%) 2024 (%) 2025 (Est)
Konsumsi Rumah Tangga4,824,914,95
PMTB (Investasi)4,404,555,10
Ekspor Barang & Jasa1,321,502,10
Konsumsi Pemerintah2,954,203,80
Total Pertumbuhan PDB5,055,085,12

2. Analisis Sektoral & Dampak Hilirisasi

Industri Logam Dasar

Mengalami pertumbuhan double-digit akibat operasional smelter baru di wilayah Indonesia Timur.

Ekonomi Digital

Sektor Informasi dan Komunikasi tumbuh rata-rata 7,5% per tahun didorong e-commerce.

Sektor Pertanian

Bertahan di tengah tantangan iklim (El Nino) melalui dukungan subsidi pupuk strategis.

Pangsa Kontribusi Sektoral 2025

3. Kondisi Moneter & Kebijakan Fiskal

Bank Indonesia mempertahankan kebijakan pro-stabilitas dengan menyesuaikan BI Rate secara hati-hati. Di sisi fiskal, kedisiplinan APBN dijaga dengan defisit terkendali di bawah 3% PDB.

1
Inflasi (IHK) 2025
2,80%
2
Nilai Tukar USD/IDR
Rp16.100

4. Analisis Komparatif Regional ASEAN

*Indonesia menunjukkan keseimbangan yang lebih baik antara pertumbuhan dan manajemen utang dibandingkan Thailand dan Malaysia.

5. Outlook Ekonomi 2026 & Kesimpulan

Tantangan Utama

  • Ketidakpastian Geopolitik: Ketegangan dagang AS-Tiongkok dan konflik Timur Tengah.
  • Transisi Energi: Kebutuhan investasi besar untuk dekarbonisasi industri.

Peluang Strategis

  • Ibu Kota Nusantara (IKN): Stimulus pertumbuhan infrastruktur di Indonesia Timur.
  • Bonus Demografi: Digitalisasi yang menambah estimasi 1% pertumbuhan PDB.

Proyeksi Pertumbuhan 2026

5,2% - 5,4%

Tergantung pada keberlanjutan reformasi struktural, efisiensi birokrasi, dan stabilitas politik nasional.

Metodologi Riset

Laporan ini disusun menggunakan metode sintesis data sekunder dari lembaga otoritas (BPS, BI, Kemenkeu) dan lembaga internasional (IMF, World Bank, OECD).

Analisis meliputi pemodelan tren pengeluaran, evaluasi kebijakan sektoral, dan pemetaan risiko makroekonomi jangka panjang.